Asmaul Husna

Gallery

tunaikanhaji00 kunkerjabar2910-02112007zs kunkerjabar2910-02112007k kunkerjabar2910-02112007za

Putusan IPO PT KS Baru Pekan Depan

Rabu, 18 Juni 2008 | 18:21 WIB

JAKARTA, RABU- Keputusan IPO PT Krakatau Steel (KS) masih menunggu persetujuan dari Komisi VI dan Komisi IX DPR RI yang tergabung dalam Panitia Kerja (Panja) Tertutup Privatisasi KS. Akan tetapi, pembahasan kembali persoalan tersebut akan diputuskan pekan depan untuk finalisasi opsi IPO atau SS.

Menurut Wakil Ketua Panja Tertutup Komisi VI Privatisasi KS Anwar Sanusi, saat ini Panja masih menunggu audit keuangan yang seharusnya sudah diserahkan Direksi KS ke Panja. “Saat pembahasan, Direksi KS bilang auditnya sudah ada, tapi sampai sekarang belum diserahkan ke Panja. Sempat ada dua opsi siapa yang berhak mengaudit, kalau dilihat KS itu kan BUMN maka yang berhak BPK, tapi dalam prakteknya karena statusnya PT maka dilakukan oleh akuntan publik,” ujar Anwar kepada Kompas.com, Rabu (18/6).

Ia menuturkan, minggu ini Panja sedang menunggu hasil audit keuangan KS dan setelah itu akan melakukan peninjauan langsung ke pabrik KS di Cilegon. Peninjauan langsung itu bertujuan untuk melihat kondisi di lapangan tentang keadaan pekerjanya, pabrik dan infrastruktur yang ada.

Terkait dengan keputusan final DPR untuk menyetujui IPO, dikatakan Anwar, mayoritas suara di Komisi VI dan XI sudah memberi persetujuan, tapi keputusannya belum final.Sedangkan menurut anggota Komisi XI Dradjad Wibowo, saat ini Komisi XI sedang mengatur jadwal pembahasan, karena jadwal rapat minggu ini masih padat maka dijadwalkan rapat Panja minggu depan.

Ia menegaskan, Komisi sudah sepakat untuk mengambil langkah IPO, tapi masih mempersiapkan beberapa hal seperti strategi bisnis, besaran saham yang dijual, proyeksi dana dan audit keuangan. “Kami masih pertimbangkan strategi bisnis terkait rencana pembiayaan termasuk penjualan obligasi, dan strategi lain yang tidak boleh terlalu terbuka dan hati-hati karena berpengaruh pada ekspektasi pasar,” ujar Dradjad.

Lebih lanjut, Dradjad menjelaskan penjualan saham sebesar lima persen yang dikehendaki pemerintah belum final disetujui. “Kami masukkan itu sebagai salah satu alternatif, ada juga yang inginkan 20-30 persen, tapi untuk memilih salah satu opsi perlu pertimbangan banyak hal,” katanya. (C6-08)

Sumber : kompas.com

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>