Asmaul Husna

Gallery

kunkerjabar2910-02112007h kunkerjabar2910-02112007i bersorban kunkerjabar2910-02112007g

DPR Panggil Mentan Soal Kedelai

INILAH.COM, Jakarta – Pimpinan dan anggota Komisi VI DPR RI berencana memanggil mitra kerjanya, termasuk Menteri Pertanian, Selasa (22/1) pekan depan. Pemanggilan itu dalam konteks mencari penyelesaian atas masalah komoditi kedelai. “Kami akan mengundang Mentan untuk mencari solusi terkait kenaikan harga kedelai belakangan ini”, kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Anwar Sanusi sebagaimana disebarluaskan oleh Bagian Pemberitaan Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI melalui situs khusus parlemen, Rabu (16/1) malam.

Pemanggilan ini dinilai sangat penting dan mendesak karena, menurut Ketua Komisi VI DPR RI Totok Daryanto, dibutuhkan langkah cepat guna menyelesaikan kenaikan harga kedelai, baik jangka pendek maupun panjang. Untuk jangka pendek, katanya, perlu segera mengumpulkan para importir sehingga dapat diketahui stok kedelai. Jangka panjangnya, melakukan swasembada kedelai.”Jika pemerintah tidak mengatasi persoalan kedelai, puluhan juta industri tahu dan tempe akan mati. Akan terjadi dampak beruntun seperti kemiskinan meningkat dan inflasi”, kata Totok.

Sebelumnya, Ketua DPR RI Agung Laksono di Lantai III Gedung DPR RI berpendapat, pihaknya mendorong pemerintah untuk mempercepat penurunan harga kedelai agar tidak menimbulkan kelangkaan di masyarakat. Sebagaimana diberitakan, harga kedelai sudah mencapai Rp 7.000 hingga Rp 7.500 per kg.

“Hal inilah yang menimbulkan kesulitan bagi usaha kecil, terutama yang menggunakan kedelai untuk memperluas usahanya”, kata Agung sebagaimana dikutip Antara. Agung menambahkan, untuk mengatasi masalah ini, pemerintah harus melakukan revitalisasi pertanian secara intensif. “Jadi, tidak hanya untuk beras, tapi juga kedelai”, tegasnya.Agung juga meminta pemerintah untuk membuat program prioritas khusus kedelai. “Saya sangat yakin, kebutuhan kedelai dapat dipenuhi dari dalam negeri”, lanjutnya.Saat ini, impor mencapai 65%. Sedangkan kebutuhan dalam negeri 35% dari kebutuhan di seluruh Indonesia yang mencapai 1.8 juta ton. Agung juga mengharapkan penghapusan bea masuk kedelai dapat segera menstabilkan harga kedelai di pasaran dalam kisaran Rp 3.000 per kg.

Sumber : inilah.com – 17 Januari 2008

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>